Tuesday, July 24, 2012

CERPEN: GELAP YANG (TAK PERNAH) USAI


Kini aku hampir tidak punya apa-apa lagi. Bahkan semacam rasa trenyuh yang ingin aku selipkan untuk sekedar menjadi tanggul air mataku. Tidak ada lagi semangat yang menguar ketika pagi, tidak ada lagi kalimat-kalimat istirah saat siang, tidak ada lagi doa-doa yang kudus saat malam. Aku benar-benar habis. Benteng yang aku dirikan dengan hati-hati, runtuh hanya dengan satu kilatan peristiwa. Dan kamu tahu, banyak lipatan kenangan yang tersimpan rapi dalam ingatanku, tentu kamu ada didalamnya. Aku benar-benar takut, aku lebih memilih untuk menghabiskannya daripada menyimpan itu semua. Kalau pun ada yang menginginkannya, ambilah, aku tidak begitu peduli. Aku hanya ingin menghabiskannya, menghabiskannya.
Gelap ini dimulai dua puluh tahun lalu, ketika aku bersandar di bahu jalan

Sunday, July 22, 2012

KATA TEMAN UNTUK TEMAN

Teman Itu. . .

Orang yang ada disampingmu ketika kita syahdu.
Orang yang membawa tawa dan ceria ketika kita susah
Orang yang membantu kita saat sulit melanda
Orang yang bertanya saat kita sulit mengerjakan soal ujian
Orang yang melemparkan kertas contekan pada saat ujian juga
Orang yang dengan senang hati mendengar keluh kesahmu
Orang yang dengan senang hati membiarkanmu tidur di kasurnya
Orang yang dengan tenangnya menyemprotkan obat nyamuk ke baju kita
Orang yang dengan tenangnya memanggil kita dengan nama orang tua
Orang yang dengan santainya membasuh muka kita dengan bedak dan mengoles balsem ketika main kartu
Orang yang siap sedia menjodohkan kita dengan calon pacar
Orang yang menjadi pegangan ketika kita akan jatuh


Teman Itu. . .

Dia yang tidak mudah ditipu dengan akal bulusmu
Dia yang selalu membelamu saat kau berhadapan dengan polisi matre
Mereka yang mengepalkan tangannya untuk sebuah masalah
Mereka yang dengan keras kepalanya membantah omonganmu
Dia yang setelah berkelahi denganmu kemudian tertawa bersama setelahnya

Monday, June 25, 2012

6 ORANG PALING MISTERIUS DI INDONESIA



Supriyadi

Supriyadi

Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

Tan Malaka

Tan Malaka

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan.

Tuesday, June 12, 2012

MEMBACA PERBEDAAN: NU DAN MUHAMMADIYAH?

salam bahagia, untuk kamu yang belum bisa mengistirahatkan dan menyamankan badanmu diatas pembaringan yang nyenyak, paling tidak dalam 24x1 jam terakhir ini, itu berarti saya masih punya kawan yang sama dengan saya, merasakan bagaimana rasanya mata yang memberat karena melekatlah pendulum jam klasik, membandul statis, muka yang panas, pikiran yang ranggas, dan tentu saja waktu yang terus saja menuntutmu untuk berbagi hak, walau hanya sekedar mengistirahatkannya. Mungkin memang tidak sesuai dengan yang kamu rasakan, tetapi bolehlah saya merasakan itu, walau berbeda dengan kamu. Boleh ya? terima kasih. Saya belum bisa tidur, sama seperti kamu, dan sama seperti kamu juga, memikirkan sesuatu entah, ada nalar yang menjalar, tentang perundingan-perundingan yang sebenarnya tidak sah juga untuk saya simpulkan. Tapi tak apalah, mungkin kamu bisa membantuku nanti jika kamu mulai tidak sepakat. Ini adalah sebuah perasan dialog ringan yang terjadi tadi siang. 
seorang teman, bertanya kepada saya, di dalam Islam, Islam di Indonesia, ada dua buah organisasi yang mengakar di masyarakat, Nahdahtul Ulama dan Muhammadiyah, dan yang dia tanyakan, apa yang menjadi pembeda antara dua golongan tersebut, sehingga banyak orang Islam di Indonesia harus berteriak lantang dan saling menyalahkan?

Sunday, May 20, 2012

ANAK KECIL YANG MEMBUNGKAM DUNIA SELAMA 6 MENIT

kita mulai dengan salam. Salam senang yang tak kenal waktu. kamu tahu, pasti tidak. Oke saya beritahu, saya sedang berpikir keras apa yang akan saya tautkan pagi ini. Oh banyak sekali. Tapi mungkin nanti saja, saya sedang malas. kamu pun pasti tahu alasannya, yap, tidak ada kopi. dan jika ada yang bertanya, apa pentingnya kopi dihadapanku, ah kopi itu tidak berarti apa-apa, itu seperti mitos yang boleh kamu percayai dan tidak. Itu seperti sunnah yang lebih baik dikerjakan dan tidak pun juga tidak apa-apa, itu menurutku, kalau menurut kalian bagaimana kopi bagimu, bolehlah kalian membaginya kepadaku nanti. sekarang saya ingin menyadur dari web lain, jika berkenan, bolehlah kalian menyimaknya. Jika tidak, oh tentu kalian tidak membuka tulisan ini. Siapkan tikar dan perbekalan secukupnya, cerita ini agak panjang. siapkan tissu juga, untuk wanita, itu mungkin akan berguna jika kamu nanti menangis, dan untuk pria, ah kalian tahu kegunaan tissu itu, para pria single mungkin tahu maksud saya. Oh, maaf, saya terlalu banyak cakap, terima kasih sudah bertandang. selamat membaca!!

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yangg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Saturday, May 19, 2012

CERITA INI TIDAK SESEDERHANA TOKOHNYA

saya benar-benar bingung. Bagaimana seorang manusia bisa bertahan, ah bergerak lebih tepatnya. Kejadian yang saya akan ceritakan ini mungkin sudah terjadi banyak tahun silam. tapi baru sekarang sempat saya tautkan. ah kamu pun tahu alasannya, ya karena sekarang bersamaku sudah ada kopi dan rokok. Oh kemarin-kemarin saya juga bersama mereka, kopi dan rokok. Tetapi tak senikmat malam ini. karena, ini kopi dari toraja, oh sudah lama aku mengidam-idamkannya. Kalau soal rokoknya, kamu mungkin tidak akan pernah tahu selama kalian masih memperdebatkannya. ya, itu untuk agama juga, kalian tidak akan pernah tahu nikmatnya beragama, jika kita masih memperdebatkannya. Aku kira begitu. maaf tersesat sejenak. saya akan melanjutkan niatan saya untuk mengisahkan sebuah cerita, jika kamu berkenan. Terima kasih. Toh walaupun ada yang tidak berkenan, itu tidak sedikitpun menggangguku.

dulu sekali, ketika saya akan berangkat ke surabaya

Thursday, May 17, 2012

sebuah negeri asing

saya tidak akan menuliskan cerita pendek atau prosa yang kokoh dengan kata-katanya. ini adalah saduran dari kenyataan hidup. bahwa di sini, jalan raya adalah tempat bermaktub yang nyaris medekatkanmu ke dalam kenyerian. di sini, di negeri ini, banyak sekali instrumen-instrumen yang akan kembali menegaskan kepada kamu bahwa, hukum tidak akan tegak ketika dihadapkan pada uang dan kekuasaan. hukum akan ciut nyali ketika ditandaskan dengan surat-surat keputusan yang tak jelas arahnya.
televisi mengantarkan kabar yang mengabur, hanya duka dan masalah bertubi yang akan menghiasi headline. televisi, entah sampai kapan akan terus melemparkan berita-berita yang tidak ingin kita tahu dan dengar,