Showing posts with label kebun otak. Show all posts
Showing posts with label kebun otak. Show all posts

Saturday, September 15, 2012

BALADA DUA BAK SAMPAH

Dua bak sampah saling berpandang, lalu bersungut-sungut. Percakapan homofon dimulai, saling berkeluh kesah.
“aku butuh makan, tapi tidak sebanyak ini”
“kau masih enak, makananmu kelas atas,  empunyaku hanya penulis lepas, sedang kau untuk orang kaya. dia memberiku bungkus mie instan setiap hari”
“kau bilang enak? Mereka selalu memberiku makanan basi, dan setiap pagi, anak-anak kumal itu mengaduk-aduk isi perutku. Seharusnya mereka membuang, bukan mengambil dari kita”
‘kau masih ada orang yang menengok, setiap hari hanya ludah mereka yang menyambangiku”
“ah apa yang kita terima tetap sama-sama sampah, sampah”
“aku ingin pergi”
“Aku juga”
Lalu mereka saling berangkulan, melenggang pergi meninggalkan rumah masing-masing. Beranjak menuju bukit. 1 minggu kemudian, dilihatnya rumah mereka dari atas bukit ilalang, sampah ada dimana-mana. Sungai, parit, tepi jalan, gang-gang kumuh. Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh, dan teriakan orang-orang, “banjir datang, naik ke tempat yang lebih tinggi, banjir-banjir”
Dua bak sampah itu tertunduk layu, berangkulan dan kembali turun. Kembali pada kodrat masing-masing. Ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang-orang yang sedang menaiki bukit, tempat dimana benda dan orang-orang lupa tempatnya, tempat untuk menekuri garis hidupnya. 

Wednesday, September 12, 2012

ALAM TIDAK PERNAH MURUNG

Hari ini aku sedang sial, benar-benar sial. orang-orang bilang bangun pagi itu menyegarkan. aku bilang bangun pagi itu cara mempercepat kutukan. Pagi ini aku dimaki-maki oleh gerombolan burung, ketika aku menyulut satu batang rokok. 
"Dasar. Baru saja kita menikmati kebebasan, manusia sudah membatasinya, udara jadi pengap gara-gara ulahmu manusia tolol"
"sesama manusia saja mereka saling membatasi, apalagi dengan burung-burung semacam kita." sahut burung yang lain, gerombolan burung terbang menjauh. 
malamnya, ketika aku berjalan pulang, pohon-pohon disekitar saling berbisik satu sama lain 
"kata tuhan manusia sangat membutuhkan kita, tapi aku tidak melihat mereka merasa seperti itu"
"gengsi mungkin mereka, kan makhluk paling mulia" 
"mulia bagiamana, kelakuannya saja aneh, mereka

Monday, September 10, 2012

DONGENG: Pangeran Svitaf dan Putri Nenuma


Ada sebuah dongeng yang disadur dengan hati-hati, sehingga tokoh utamanya pun tidak pernah tahu, bahwa ceritanya sedang ditulis. Hanya aku dan kamu yang mengetahuinya. Bukan berarti ini rahasia, tapi bukan berarti pula dapat diumbar semaunya. Jadi bijak-bijaklah menyimpannya.
Konon, dulu kala, ada sebuah negeri yang sangat aman dan makmur. Rajanya arif dan bijak ,sebuah negeri yang besar. Namun ada satu keanehan yang terjadi

Sunday, July 22, 2012

KATA TEMAN UNTUK TEMAN

Teman Itu. . .

Orang yang ada disampingmu ketika kita syahdu.
Orang yang membawa tawa dan ceria ketika kita susah
Orang yang membantu kita saat sulit melanda
Orang yang bertanya saat kita sulit mengerjakan soal ujian
Orang yang melemparkan kertas contekan pada saat ujian juga
Orang yang dengan senang hati mendengar keluh kesahmu
Orang yang dengan senang hati membiarkanmu tidur di kasurnya
Orang yang dengan tenangnya menyemprotkan obat nyamuk ke baju kita
Orang yang dengan tenangnya memanggil kita dengan nama orang tua
Orang yang dengan santainya membasuh muka kita dengan bedak dan mengoles balsem ketika main kartu
Orang yang siap sedia menjodohkan kita dengan calon pacar
Orang yang menjadi pegangan ketika kita akan jatuh


Teman Itu. . .

Dia yang tidak mudah ditipu dengan akal bulusmu
Dia yang selalu membelamu saat kau berhadapan dengan polisi matre
Mereka yang mengepalkan tangannya untuk sebuah masalah
Mereka yang dengan keras kepalanya membantah omonganmu
Dia yang setelah berkelahi denganmu kemudian tertawa bersama setelahnya

Tuesday, June 12, 2012

MEMBACA PERBEDAAN: NU DAN MUHAMMADIYAH?

salam bahagia, untuk kamu yang belum bisa mengistirahatkan dan menyamankan badanmu diatas pembaringan yang nyenyak, paling tidak dalam 24x1 jam terakhir ini, itu berarti saya masih punya kawan yang sama dengan saya, merasakan bagaimana rasanya mata yang memberat karena melekatlah pendulum jam klasik, membandul statis, muka yang panas, pikiran yang ranggas, dan tentu saja waktu yang terus saja menuntutmu untuk berbagi hak, walau hanya sekedar mengistirahatkannya. Mungkin memang tidak sesuai dengan yang kamu rasakan, tetapi bolehlah saya merasakan itu, walau berbeda dengan kamu. Boleh ya? terima kasih. Saya belum bisa tidur, sama seperti kamu, dan sama seperti kamu juga, memikirkan sesuatu entah, ada nalar yang menjalar, tentang perundingan-perundingan yang sebenarnya tidak sah juga untuk saya simpulkan. Tapi tak apalah, mungkin kamu bisa membantuku nanti jika kamu mulai tidak sepakat. Ini adalah sebuah perasan dialog ringan yang terjadi tadi siang. 
seorang teman, bertanya kepada saya, di dalam Islam, Islam di Indonesia, ada dua buah organisasi yang mengakar di masyarakat, Nahdahtul Ulama dan Muhammadiyah, dan yang dia tanyakan, apa yang menjadi pembeda antara dua golongan tersebut, sehingga banyak orang Islam di Indonesia harus berteriak lantang dan saling menyalahkan?

Saturday, May 19, 2012

CERITA INI TIDAK SESEDERHANA TOKOHNYA

saya benar-benar bingung. Bagaimana seorang manusia bisa bertahan, ah bergerak lebih tepatnya. Kejadian yang saya akan ceritakan ini mungkin sudah terjadi banyak tahun silam. tapi baru sekarang sempat saya tautkan. ah kamu pun tahu alasannya, ya karena sekarang bersamaku sudah ada kopi dan rokok. Oh kemarin-kemarin saya juga bersama mereka, kopi dan rokok. Tetapi tak senikmat malam ini. karena, ini kopi dari toraja, oh sudah lama aku mengidam-idamkannya. Kalau soal rokoknya, kamu mungkin tidak akan pernah tahu selama kalian masih memperdebatkannya. ya, itu untuk agama juga, kalian tidak akan pernah tahu nikmatnya beragama, jika kita masih memperdebatkannya. Aku kira begitu. maaf tersesat sejenak. saya akan melanjutkan niatan saya untuk mengisahkan sebuah cerita, jika kamu berkenan. Terima kasih. Toh walaupun ada yang tidak berkenan, itu tidak sedikitpun menggangguku.

dulu sekali, ketika saya akan berangkat ke surabaya

Thursday, May 17, 2012

sebuah negeri asing

saya tidak akan menuliskan cerita pendek atau prosa yang kokoh dengan kata-katanya. ini adalah saduran dari kenyataan hidup. bahwa di sini, jalan raya adalah tempat bermaktub yang nyaris medekatkanmu ke dalam kenyerian. di sini, di negeri ini, banyak sekali instrumen-instrumen yang akan kembali menegaskan kepada kamu bahwa, hukum tidak akan tegak ketika dihadapkan pada uang dan kekuasaan. hukum akan ciut nyali ketika ditandaskan dengan surat-surat keputusan yang tak jelas arahnya.
televisi mengantarkan kabar yang mengabur, hanya duka dan masalah bertubi yang akan menghiasi headline. televisi, entah sampai kapan akan terus melemparkan berita-berita yang tidak ingin kita tahu dan dengar,

Wednesday, May 16, 2012

madzhab motivator

yap!saya absen lama. entah absen dari apa dan absen untuk apa. mungkin saya sedang mencari apa yang akan saya tautkan di dalam sini. oh tapi sampai pada saat saya menuliskannya pun,saya tidak tahu akan menulis apa. tulisan berantakan, biar. ketidakjelasan juga jangan kita pusingkan. satu-satunya kejelasan pada saat ini saya sedang menikmati dayang saya, oh ini kopi teman, bukan seperti yang kau pikirkan, maaf. disamping saya juga ada teman yang terus berdzikir dengan kata-kata ajaibnya, asu, celeng, jancuk. ah kamu tahu kata ini benar-benar mengagumkan. kamu bisa dapati kata-kata ini dimana saja. kecuali kamu yang hidup di sebuah dunia yang asing. dan juga saya yang masih mengulur-ulur waktu lewat basa basi diatas karena sampai titik ini pun saya masih tidak tahu akan menulis apa.
saya ingin membahas blackswan, tapi itu sudah saya bahas di buletin saya. tentang politik? saya golput, jadi saya tidak bisa bersuara.